Oleh: kfcngalah | Maret 22, 2009

Mengenal Ukuran Majalah, Brosur, Undangan dan Media cetak.

Pada kebanyakan masyarakat umum yang biasanya suka membaca, melihat, bahkan menyimpan buku, brosur dan majalah ataupun koran sering mengabaikan hal-hal sepele yang mengarah pada masalah sebuah ukuran bentuk sebuah buku, majalah, brosur, poster dll.

Adakalanya di suatu instansi, sekolah-sekolah, universitas yang ingin membuat sebuah profil katalog atau majalah siswa dan brosur, tidak tahu seluk beluk ukuran kertas yang sebenarnya untuk disesuaikan dengan media percetakan dan desain grafis.

Sangat penting memperhatikan jenis kertas dan ukuran standar pembuatan Brosur, Majalah, Poster, Buku Kenangan, Lefleat, Undangan dll.

• BROSUR : membuat brosur bentuk ukuran kertasnya ada beberapa pilihan yaitu A4, F4, Letter dan Custom. Hal ini sangat di anjurkan daripada memakai ukuran seenaknya sendiri karena ketentuan ukuran tersebut sudah dikondisikan dengan ukuran kertas plano (kertas ukuran besar sebelum dipotong-potong menjadi bagian tertentu, biasanya dijual khusus untuk distributor dan penjual grosir kertas), jadi sangat pas dan tidak berlebih yang bisa mengakibatkan terjadi pembengkakan biaya.
• MAJALAH : membuat majalah sangat bervariasi ukurannya pada umumnya standar ukurannya adalah A4, Letter dan B5. atau F4
• JURNAL : sering di pakai oleh universitas2 swasta dan negeri, maupun yang lainnya. ukurannya yang dipakai B5.
• BULLETIN : sangat ideal untuk ukuran F4, atau A4
• UNDANGAN : tidak ada ukuran yang diharuskan dan biasanya format ukurannya menyesuaikan dengan ukuran F4 misalnya 21,5 cm x 16,5 cm atau bisa juga 16,5 cm x 16,5 cm
• TABLOID : ukuran umum 29 cm x 42cm sedangkan jumlah halamannya bisa dimulai dari 12, 18, 24, 32, 40, 64, yang penting kelipatan 4.
• KORAN : pada umumnya juga sama dengan koran-koran yang ada di indonesia (kompas, jawa pos, jakarta pos, bali pos dll) tidak kurang dan tidak lebih pada kisaran ukuran 33,5cm x 55cm.
• KOP SURAT : bisa pakai ukuran Folio (F4) atau Kwarto (A4)
• NOTA : Standarnya mengacu pada ukuran folio kertas, tinggal mau dibuat ukuran berapa, bisa setengah folio, seperempat, atau sepertiga, menyesuaikan saja dengan kebutuhan jenis usahanya.
• SERTIFIKAT / PIAGAM : pilihannya bisa Folio atau A4
• IJAZAH : Yang sering digunakan adalah ukuran Folio dengan bahan kertas concord, linen, kinstrik, atau hammer.

Ukuran F4 (bahasa english) atau disebut Folio (versi indonesia) adalah 21,5cm x 33cm.

Ukuran A4 atau kwarto adalah 21cm x 29,7cm.
Ukuran B5 yaitu 17,6 cm x 25 cm.

Nah.. ulasan diatas Saya rasa mungkin bisa membantu anda-anda semua yang sempat membaca atau memang sengaja mencari postingan ini, Saya tidak keberatan jika anda menggunakan bahan rujukan diatas untuk disebarkan atau anda pakai sendiri….. dan sangat menghargai saya jika copy paste yang anda lakukan postingan di atas dengan sedikit saja meninggalkan nama saya atau pun blog desain saya… oke… selamat belajar.

Belajar Bisnis Percetakan Dengan Berbagi Hasil Order Cetak & Desain Grafis.

BISNIS PERCETAKAN, gak ada matinya…!!!

INI DIA PROGRAM ANDALAN saya, yang telah lama saya praktekkan dengan baik dan saling menguntungkan. Semoga juga bisa memberi manfaat bagi Anda semua, baik dari segi materiil maupun semangat untuk berwirausaha. Saya tidak tahu dan tidak pernah mencaritahu, apakah pola kerja saya ini sudah pernah dijalankan oleh orang lain apa belum. Saya gak peduli, yang penting skema kerjasama ini bisa saling memberi keuntungan antar sesama.

Mungkin ada nilai plusnya program ini, dibanding yang sejenis lainnya. Orang yang pernah bekerjasama dengan saya, minimal sudah mampu mencari order cetak dan menjalankan ordernya sendiri, tanpa perlu bantuan langsung dari saya! Dan saya amat bersyukur telah berhasil membagi ilmu kepada sesama. Karena juga saya dahulu – dalam masa pembelajaran dan mencaritahu seluk-beluk dunia GRAPHIC DESIGN & PRINTING [PERCETAKAN] – banyak dibantu oleh orang-orang yang amat kompeten dibidangnya.

Kemudahan mendapat informasi dan pengetahuan semacam ini banyak ragam dan triknya, tentu saja disamping faktor kemurah-hatian sang pemberi info. Tapi faktor paling dominan adalah niat dari dalam diri kita sendiri, bahwa GRAPHIC DESIGN & PRINTING [ PERCETAKAN! ] adalah salah satu sektor pendulang emas. Tanpa perlu menunggu waktu sampai tiba usia pensiun! Bagi para pensiunan pun no problemo, sepanjang punya koneksi dan ada order yang bisa dijalankan.

Bila Anda kebetulan memperoleh order cetakan, entah itu karena posisi Anda kebetulan di bagian Purchasing (atau bagian lain yang menangani urusan promosi, suplai kantor, dsb), atau Anda lagi diperintah boss Anda, atau dimintai tolong oleh teman Anda, atau bahkan Anda dapat bocoran (nguping!) dari obrolan yang gak disengaja, langsung bilang saja kalau Anda sanggup mengerjakannya…!! Pandai-pandailah Anda berdiplomasi dan meyakinkan calon customer Anda, terutama dari kalangan terdekat Anda.

Amat disayangkan bila order tsb lepas dari tangan Anda dan berarti hilang sudah kesempatan emas. Next time, orang tidak akan pernah lagi menawarkan order ini kepada Anda. Juga, sayang seribu sayang, bila Anda hanya mendapat KOMISI 10-15% dari agen percetakan karena ANDA TIDAK TAHU atau MALAS mencari tahu ilmu percetakan.

Nah, pada pola ini, skema yang saya tawarkan adalah saya dapat membantu Anda dalam penghitungan (estimasi) harga pokok produksi barang cetakan, perencanaan alur kerja dan proses produksi, penentuan harga jual, proyeksi keuntungan sampai delivering barang jadi.

Dalam tahap estimasi harga pokok produksi percetakan, akan diajarkan dan disimulasikan gimana caranya menentukan kualitas design dan rancangannya, menghitung pembagian kertas / media cetak, komponen produksi, pembuatan film, pemilihan mesin cetak, dsb.

Semua faktor biaya dibicarakan dan dijabarkan secara transparan dan sejelas mungkin serta didiskusikan bersama. Langsung telpon atau tanya di tempat, dimana komponen produksi dikerjakan. Semua detail komponen biaya produksi tersusun dan tercatat dengan rapi. Anda dapat meng-copy semua draft estimasi tersebut, karena memang itu tujuannya : membuat Anda menjadi sang ahli yang kompeten dibidangnya. Semua aspek dipraktekkan secara langsung di lapangan, case by case on the field.

Kalau Anda punya waktu ( harus siap capek!), mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain melihat dan memantau produksi percetakan berlangsung. Dari situ Anda akan mendapat pengalaman berharga, bisa mengetahui proses dan tempat produksi percetakan berjalan. Bergaul dan berinteraksi dengan komunitas pekerja GRAPHIC DESIGN & PRINTING [ PERCETAKAN! ]. Sungguh-sungguh praktek nyata!

Pada tahap rancang graphic design, mungkin perlu waktu lama dan bakat yang cocok bila Anda ingin mendalaminya. Anda bisa abaikan tahap ini dan serahkan saja pada ahlinya, tapi kita tetap mengawasi kinerja dan kualitas output design-nya.

Singkat kata, pada skema kerjasama ini, saya berperan sebagai konsuler sekaligus instruktur bagi Anda. (Maaf ya, bahasanya kebagusan!). Anda punya order, saya punya ilmunya! Bukan sombong, tapi ini untuk tujuan bersama! Mari kita sama-sama hitung berapa harga pokoknya. Kita tentukan harga jualnya, lalu kita proyeksikan berapa rupiah keuntungan bersihnya! MUDAH..?!? Tidak juga!

Disinilah faktor keterbukaan dan kejujuran harus saling mengisi. Dari awal, hanya diperlukan saling kepercayaan yang tinggi antar pihak. Cuma itu awal yang bagus!

Saya dengan sepenuh hati dan expertly akan mencoba membantu memuluskan peluang ini dengan memulai menghitung berapa harga dasarnya. Yang harus diketahui secara transparan adalah berapa nilai anggaran sesungguhnya dari si pemesan / pemberi order cetak ini. Bila sudah jelas angkanya, proses berlanjut ke arah penentuan alur kerja produksi agar sesuai dengan spesifikasi order yang diminta customer.

Dari spesifikasi model yang diminta customer, kita bisa tentukan Media Buying untuk barang dimaksud. Jenis material cetak menentukan kualitas cetakan yang diinginkan, juga sebaliknya.

Faktor jenis dan dimensi (ukuran) material cetak berdampak pada pemilihan MESIN CETAK [OFFSET PRINTING MACHINE]. Ada beragam jenis, merk, ukuran, kualitas dan biaya (ongkos) mesin cetak. Asal negara pembuat mesin juga amat berpengaruh pada teknologi cetak yang diterapkan. Umumnya mesin cetak asal Eropa, utamanya JERMAN, menjadi pilihan utama untuk cetakan dengan hasil warna yang cemerlang dan akurasi serta presisi yang amat tinggi. Lainnya seperti dari Amerika, Jepang, ataupun China menjadi second choice (bukan berarti jelek!). Tergantung kebutuhan, sih.

Pemilihan mesin cetak harus melihat juga dari kondisi perawatan mesin, tahun pembuatan, merk, operator mesin (jelek-bagusnya hasil), ukuran / dimensi media cetak, anggaran cetak yang tersedia dan kualitas akhir yang diinginkan. Pengenalan tempat mesin-mesin tersebut berada yang tersebar di sentra-sentra cetak di seluruh Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, harus kita catat dan dijadikan referensi untuk kepentingan order-order cetak kita berikutnya. Pemilihan mesin cetak dan lokasi sentra cetak berpengaruh pada printing cost.

Selanjutnya adalah strategi Pricing Policy. Strategi ini patut dijalankan dan disesuaikan dengan keadaan / kondisi dan plafon anggaran si pemesan barang cetakan. Bila strategi penentuan harga jual sudah dikondisikan, kita sudah bisa melihat proyeksi keuntungan yang bakal diperoleh!

Untuk mendukung kuatnya harga jual ke customer, faktor anggaran biaya itulah yang harus transparan. Kita bisa mentah di penawaran yang bakal diajukan, kalau kita gak tahu berapa kira-kira plafon harga di tingkat konsumen. Makanya bocoran plafon harga dari customer harus kita peroleh terlebih dahulu.

Gimana kalau gak dapat bocoran? Gampang!

Lihat aja bukti terakhir P.O. (Purchase Order)-nya. Dari P.O. atau bukti surat pesanan barang cetakan terakhir, kita bisa hitung dan tentukan harga jualnya. Tentu saja copy P.O. yang asli, bukan asal menyebut angka.

Kalau baru pertama kali bikin, kan gak ada PO-nya? Gampang juga….

(Udah mulai gampang, neh..!)…..

NAH, kalau harga dasar sudah ketahuan, modalnya sekian, dijualnya sekian dan proyeksi untungnya sudah pasti, baru kita bagi hasil dari untung bersihnya!
GIMANA MENENTUKANNYA..?

BERAPA PERSENTASE BAGI HASILNYA..??!?

LUMAYAN GEDE ‘GAK JUMLAHNYA..?

PERLU BERAPA KALI DAPAT ORDER, SEHINGGA SAYA DAPAT MEMBUKA USAHA PERCETAKAN..?

About these ads

Responses

  1. tolong beritahu cara perhitungan harga pokok membuat brosur juga hang tag

  2. terimakasih postingannya, alhamdulillah bermanfaat sekalii…:)
    izin copas ya kak, buat pengetahuan mau cari ukuran majalah yang tepat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: