Oleh: kfcngalah | Maret 22, 2009

Monalisa Profil SMK Darut Taqwa

Di dalam pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tercantum fungsi pendidikan nasional yang dicita-citakan bangsa Indonesian, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berkaitan dengan rumusan tersebut disebutkan juga tujuan pendidikan nasional yaitu, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana di atas selalu diupayakan, namun berbagai kesulitan muncul dalam upayanya untuk menggarap kesempatan memperoleh pendidikan melalui peningkatan mutu pendidikan, terutama pendidikan yang berada di bawah naungan Departemen Agama seperti Madrasah Aliyah.

Peningkatan mutu pendidikan pada madrasah baru terjadi pada pertengahan 1970 setelah dikeluarkan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, Mendikbud, Mendagri, dam Menag pada 1975 tentang kesetaraan madrasah dengan sekolahan umum. Sejak saat itu, peningkatan mutu madrasah mulai tejadi, pertumbuhan positif melalui peningkatan mutu madrasah ini dilatari oleh aspek pertumbuhan wawasan pendidikan yang lebih profesional karena didukung oleh gerakan revitalisasi, restrukturisasi, reorientasi, dan refungsionalisasi madrasah sebagai institusi modern (Islamic modern school).

Sedangkan ketertinggalan madrasah selama ini dilatari oleh tiga faktor: pertama, masih beroriantasi ke masa silam yang berciri konservatisme; kedua, mutu penyelenggaraan yang sangant rendah sehingga profesionalisme tidak jelas. ketiga, relevansi pendidikan Islam yang kurang mampu merespon tuntutan perkembangan baru yang riel.

Madrasah Aliyah Darut Taqwa Purwosari adalah salah satu lembaga ke-Islaman yang berada di kabupaten Pasuruan, yang akan mencoba untuk menata diri dengan berbagai kekuatan serta peluang yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pendidikannya agar menjadi madrasah yang unggul serta menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan integratif dan mengarah kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang tidak hanya memerlukan para intelektual, namun yang sangat diharapkan adalah intelektual yang beriman serta mempunyai ketrampilan.

Dalam perkembangannya, Madrasah Aliyah Darut Taqwa ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Dari segi kuantitas dapat dilihat dari perkembangan jumlah siswa yang terus mengalami peningkatan sehingga di setiap tahun ajaran baru harus menambah lokal baru. Sedangkan dari segi kualitas dapat dilihat dari perkembangan status kelembagaan, mulai dari terdaftar sampai disamakan, program jurusan, penambahan fasilitas belajar dan praktek serta ketrampilan.


Pada Tahun Ajaran 2002/2003 Madrasah Aliyah Darut Taqwa ini menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Purwosari dalam rangka pengembangan life skill sebagai wujud penerapan dari Kurikulum Berbasis Kopetensi dalam bentuk diselenggarakannya pendidikan dan latihan ketrampilan, yang terdiri dari: (1) Tehnik Informatika, (2) Tehnik Otomotif, (3) Tehnik Elektronika, (4) Tehnologi Hasil Pertanian, (5) Budidaya Tanaman, (6) Tata Busaha. Ketrampilan tersebut diberikan untuk kelas dua dan kelas tiga, dengan jumlah 400 siswa (95% dari jumlah siswa). Berdasarkan hasil evaluasi program ketrampilan Madrasah Aliyah Darut Taqwa di SMKN 1 Purwosari menunjukkan hasil yang positif dengan catatan perlu pengembangan manajemen dan sarana.

Sehingga pada bulan Pebruari 2003 bergulir program SMK Kecil dari DIKMENJUR DEPDIKNAS RI. SMKN I Purwosari menggandeng MA. Darut Taqwa untuk mendirikan program SMK Kecil, sehingga pada tanggal 27 Mei 2003 resmi didirikan SMK Kecil di Madrasah Aliyah Darut Taqwa, yang sekaligus diresmikan oleh MENDIKNAS Malik Fajar di VEDC Malang. Konsep dasar program ini adalah pendidikan kejuruan tingkat menengah yang diselenggarakan di pondok pesantren serta dibina oleh SMKN I Purwosari selaku SMK induk. Adapun dana pelaksanaan program ini berasal dari: (1) DIKNAS Kabupaten Pasuruan; (2) DIKNAS Wilayah Jawa Timur; (3) DEPDIKNAS RI.; dan (4) Masyarakat

Pada awalnya konsep program SMK Kecil di Madrasah Aliyah Darut Taqwa diselenggarakan dalam bentuk jurusan tersendiri yang intergral dengan manajemen Madrasah Aliyah Darut Taqwa yaitu jurusan MA. ICT (Informatica Communiocation Technology), namun pada perkembangan selanjutnya (hasil rapat tanggal 10 juni 2003) konsep MA. ICT berubah menjadi SMK Kecil Darut Taqwa dengan jurusan: (1) Teknik Pertanian; (2) Tehnik Elektro; dan (3) Tehnik Mesin.
Disamping itu perubahan ini didasari atas: (1) Permintaan ketua yayasan untuk membuka SMK, (2) Kebutuhan masyarakat akan pendidikan kejuruan yang meningkat, (3) Kesiapan SMKN I Purwosari untuk memfasilitasi pendirian SMK Darut Taqwa di bidang kurikulum, (4) Tenaga pengajar produktif, (5) Pengunaan sarana laboratorium, dan (6) Pencarian dana.

Namun bukan berarti dengan didirikannya SMK Kecil Darut Taqwa tidak mengalami permasalahan, salah satu permasalahan yang muncul dan dikhawatirkan oleh Madrasah Aliyah Darut Taqwa adalah terpecahnya manajemen MA dengan SMK yang akan berakibat pada sistem manajemen MA. Darut Taqwa yang sudah stabil, dan dimungkinkan akan “mematikan” MA. Darut Taqwa, sehingga alternatif solusi yang terbaik adalah dibentuklah manajemen sekolah terpadu antara MA dan SMK Kecil Darut Taqwa. Secara legalitas keberadaan SMK Kecil Darut Taqwa, berada di bawah koordinasi SMKN 1 Purwosari namun dalam segi pengelolaannya terpadu dengan Madrasah Aliyah Darut Taqwa.

Berdasarkan pemikiran-pemikiran inilah konsep dan strategi pengelolaan Madrasah Aliyah ini sangat penting untuk ditelaah kembali, agar nantinya Madrasah Aliyah mampu bersaing secara positif dengan sekolah menengah umum. Dengan kata lain, orientasi pertumbuhan Madrasah Aliyah pada masa sekarang dan masa yang akan datang tidak lagi bertolak pada “pemerataan kesempatan pendidikan menengah” berciri khas agama Islam, melainkan bertolak pada “pemerataan kualitas” yang menjadi tuntutan pada awal abad ke-21 ini, dan sekaligus dapat dijadikan sebagai kerangka koseptual pengelolaan terpadu antara Madrasah Aliyah dan SMKK Darut Taqwa Purwosari Pasuruan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: