Oleh: kfcngalah | Maret 28, 2009

Kiat Jadi Ilmuwan yang Pandai Berbagi Ilmu

Menarik untuk dsikapi, diambil dari http://wp.netsains.com/2008/04/12/kiat-j… ###

Tak disangkal, seorang ilmuwan tentulah pandai dalam bidang yang ditekuninya. Akan tetapi, dengan menggeluti eksperimen, mengolah data, dan mengartikan fenomena alam sekitar, bukan berarti sang ilmuwan telah merampungkan tugasnya. Satu misteri masih perlu ditilik sebelum kerja kerasnya dapat bermanfaat bagi dunia: bagaimanakah cara baik untuk menampilkan dan membagi ilmunya?

Seringkali kita dengar keluhan seperti “Wah, materi kuliahnya menarik, sayang sekali cara mengajarnya membosankan”, atau “Peneliti itu mungkin pintar, tapi paparannya berputar-putar tidak karuan”. Menyajikan ilmu memang bagaikan sebuah seni, di mana sebagian orang mampu melakukannya dengan luwes dan sangat baik, sementara yang lainnya selalu kikuk dan bahkan tidak menikmatinya. Untungnya, ada beberapa tips yang bisa dipelajari untuk memudahkannya.

Kuliah sebagai Entertainment

Suatu kali, seorang guru saya[1] berkisah mengenai dosennya di negeri Kincir Angin. Setiap kali akan memberikan kuliah, sang dosen selalu mengurung diri di dalam kamar kerjanya selama setidaknya berjam-jam, agar mampu bersiap sebaik mungkin. Hasilnya, kuliah yang disajikan mengasyikkan, mudah dicerna, dan mahasiswa menyerap hal yang perlu disampaikan. Tapi, apakah memang perlu menghabiskan berjam-jam hanya untuk menyampaikan sebuah kuliah?

Guru saya tersebut lantas menganalogikan seorang pemberi kuliah sebagai seorang entertainer/penampil. Bayangkan jika anda membayar tiket untuk menyaksikan sebuah pertunjukan, lantas sang penampil tidak berlatih cukup lama dan cukup serius. Tentu anda akan sangat kecewa dan malas menghadiri penampilan berikutnya. Dan lebih dari itu, uang yang anda belikan tiket akan terasa terbuang percuma. Begitu juga, saat mahasiswa membayar uang kuliah dan mendapati dosennya tidak mampu menyampaikan kuliah sebaik harapannya.

Memang idealnya, sebuah kuliah mampu ditampilkan layaknya sebuah hiburan. Tiga resep jitu ditawarkan oleh seorang Profesor di MIT, Amerika, yaitu: kejernihan, ketepatan waktu, serta ketegangan (clarity, timing, suspense)[2]. Dengan resep ini, ia mengubah ruang kelasnya menjadi ruang pertunjukan, lengkap dengan
atraksi-atraksi akrobatik yang membuat mahasiswa tegang selama menyaksikan acara. Misalnya, ia mengayunkan tubuhnya di ujung pendulum raksasa untuk langsung membuktikan bagaimana hukum osilasi bekerja. Kali lainnya, ia menghirup gas Helium sebelum menyampaikan kuliahnya. Akibatnya, suaranya berubah bagaikan ocehan Donal Bebek, sebuah demonstrasi langsung mengenai efek Helium pada perubahan kecepatan suara manusia.

Presentasi dengan Bahasa Awam

Sejumlah ilmuwan lain membagi jurus mereka agar dapat menampilkan tontonan yang mengena[3]. Tentunya tidak hanya manfaat saat memberikan kuliah, karena misalnya juga relevan dipakai saat tampil di sebuah seminar terbuka. Mantra utama mereka adalah, “Yang paling penting diperhatikan bukanlah proses *penyampaian* informasi yang dilakukan, melainkan proses *penerimaan* informasi itu oleh audiens”. Dengan kata lain, anda perlu lebih dulu mengenali audiens anda. Setelah itu, barulah teknik penyampaian presentasi sebagai tontonan bisa disajikan sesuai dengan karakter audiens yang perlu menikmatinya. Di sini, saya kembali teringat pada nasehat lain dari guru yang saya ceritakan di atas, “Kepandaian seseorang barulah terlihat jika ia mampu menyampaikan ilmunya dengan bahasa yang semudah mungkin dan pas dengan pendengarnya”.

Tips di atas terdengar sepele namun sulit dilaksanakan. Apalagi di zaman sekarang, di mana nyaris seluruh presentasi disiapkan dengan perangkat lunak semacam PowerPoint, maka godaan yang muncul menjadi berlipat: (1) ingin menampilkan sebanyak mungkin materi ke dalam slide, serta (2) ingin menggunakan fitur-fitur canggih di PowerPoint sebanyak-banyaknya. Padahal, melakukan dua hal tersebut justru sering mengurangi kenikmatan audiens menyaksikan tontonan.

Mencerna Proposal Semudah Membaca Komik

Sebuah resep lain yang mudah diterapkan adalah penggunaan visualisasi. Karena manusia adalah mahluk yang sangat mengandalkan indera pandangan dalam menilai banyak hal, maka resep ini akan selalu relevan. Tidak saja resep ini cocok diterapkan dalam menampilkan presentasi sebagai tontonan, tapi juga besar manfaatnya dalam menunjang sebuah tulisan. Sayangnya, Netsains saat ini belum menyediakan kemungkinan bagi para kontributor tulisan untuk mengimbuhkan visualisasi yang ekstensif.

Pentingnya visualisasi dalam format tulisan ini juga besar saat seorang ilmuwan perlu membuat sebuah proposal penelitian. Agar proposal itu dapat disetujui dan dana dapat dikucurkan, biasanya sebuah tim penilai perlu meninjau kualitas proposal itu. Seringkali, walaupun tidak selalu terjadi, banyak anggota tim penilai ini bukanlah ahli di bidang penelitian yang direncanakan. Jika begitu, penulisan proposal harus kembali dicocokkan dengan latar belakang dan karakter masing-masing tim penilai. Padahal, biasanya identitas anggota tim penilai ini dirahasiakan dari sang penulis proposal, demi menjaga kerapihan prosedur penilaian. Jika begitu, sebuah mantra sederhana dapat dipakai, “Bubuhkan sebuah skema yang sederhana dan logis, agar siapapun yang membaca proposal itu dapat mencernanya semudah membaca komik”.

Tentunya masih banyak resep dan trik jitu lain yang belum diceritakan di sini. Jangan segan untuk menambahkannya, supaya bisa bermanfaat untuk bersama.

Bacaan lanjutan
[1] http://iatf-itb.openesc.com/downloads/tf…
[2] http://potw.news.yahoo.com/s/potw/63302/…
[3] http://sciencecareers.sciencemag.org/car…(parent)/13199

By : Sujatmiko, S.kom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: