Oleh: kfcngalah | Desember 21, 2009

KEMBALI KE PANCASILA MEMBANGUN INDONESIA BARU

SUARA PEMBARUAN DAILY
Kembali ke Pancasila, Membangun Indonesia Baru

[JAKARTA] Pancasila harus menjadi acuan dari seluruh sistem hukum dan politik di Indonesia. Komitmen, kesetiaan serta keteguhan sikap para tokoh agama dan pejabat pemerintah terhadap Pancasila harus dapat jadi panutan. Sekarang ini masyarakat dan bangsa Indonesia membutuhkan keteladanan dari para tokoh publik bahwa mereka memang menghayati kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai luhur Pancasila.
Demikian benang merah pokok pikiran sejumlah tokoh agama dan masyarakat perihal Kembali ke Pancasila Membangun Indonesia Baru di Jakarta, Jumat (25/8). “Kami yakin jika sikap trust dibangun, silaturahmi makin dimantapkan dan komitmen kembali kepada Pancasila diperteguh maka agama-agama di Indonesia akan dapat memainkan peran yang sangat signifikan dalam sejarah kehidupan bangsa,” ujar Wakil Sekretaris Umum PGI, Weinata Sairin kepada Pembaruan secara terpisah.
Sekarang merupakan saat yang paling tepat bagi para tokoh agama untuk menegaskan kembali komitmen mereka mengembangkan keberagaman secara dewasa, sehingga mampu menjawab tantangan global. Komitmen bahwa Pancasila merupakan etika bersama dalam menata kehidupan bernegara, bermasyarakat dan bernegara harus diperteguh, katanya.
Hal senada diungkap cendekiawan muslim, Prof Drs Dawam Rahardjo. Para bapak bangsa yang memberikan pondasi besar bagi arah perjalanan bangsa Indonesia melawan pusaran arus zaman dengan cerdas, arif, bijaksana, akurat dan tepat telah melahirkan sebuah produk bernama Pancasila yang merupakan sari pati dari komitmen kebangsaan bangsa Indonesia.
Dikatakan, merupakan tanggung jawab besar seluruh anak-anak bangsa ini untuk dapat menjadikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar untuk menetapkan arah besar bangsa ini di masa depan dengan menjadikan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai keberagaman serta perbedaan modal dasar terbesar bagi bangsa ini guna menjadi bangsa yang besar.
Apa yang disampaikan oleh Weinata dan Dawam ini sesuai dengan temuan hasil survei yang dikerjakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Seperti disampaikan Direktur Eksekutif LSI, Denny JA bahwa mayoritas publik Indonesia (69,6 persen) tetap kokoh mengidealkan Indonesia mengembangkan sistem kenegaraan berdasarkan Pancasila. Hanya 3,5 persen yang menginginkan Indonesia seperti negara demokrasi ala Barat dan 11,5 persen menginginkan seperti negara Islam di Timur Tengah.
Idealisasi sistem kenegaraan Pancasila, bukan demokrasi ala Barat atau ala Timur Tengah, ternyata menyebar rata dalam mayoritas rakyat Indonesia. Bahkan 67,4 persen publik yang beragama Islam berpandangan yang sama tentang sistem kenegaraan berdasarkan Pancasila, walau tidak sebesar rakyat yang beragama Kristen (81,7 persen) dan agama lainnya (90,9 persen), katanya. (Pembaruan, 25/8). [E-5]

Salam Kebangsaan Indonesia,
Pandji R. Hadinoto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: